Lembah Napu Atau Lembah Bada Situs Megalit yang Memukau Dunia
Lembah Bada atau dikenal dengan Lembah Napu, merupakan situs megalitik yang terletak di Taman Nasional Lore Lindu, Poso, Sulawesi Tengah.
Dari ratusan Megalit batu besar yang menjadi tanda utama keberadaan tradisi megalitik-- pahatan tersebut, 30 di antaranya menggambarkan bentuk manusia.
Megalit di Lembah Bada ditemukan pertama kali pada 1908. Walaupun penemuan tersebut sudah berlangsung lebih dari 100 tahun, namun hanya sedikit hal yang diketahui tentang obyek itu, salah satunya tentang kapan patung batu itu dibuat.
Beberapa orang berspekulasi bahwa batu-batu tersebut dipahat sekitar 5.000 tahun lalu, sedangkan lainnya menduga megalit itu dibuat sekitar 1.000 tahun silam.
Sementara itu, beberapa orang lainnya menduga bahwa batu tersebut masih berhubungan dengan budaya megalitik di Laos, Kamboja, dan beberapa wilayah di Indonesia pada 2.000 tahun lalu.
Dikutip dari Ancient Origins, Senin (6/6/2016), hingga saat ini tak diketahui siapa yang membuat megalit Lembah Bada. Meskipun terdapat dugaan bahwa batu itu dibuat oleh budaya yang membuat megalit di tempat lain di Asia Tenggara, namun megalit di Lembah Bada tergolong unik.
Hal tersebut memunculkan dugaan bahwa peninggalan itu dibuat oleh kebudayaan berbeda. Namun hingga saat ini tak ada orang tahu kebudayaan mana yang membuatnya.
Teka-Teki Tujuan Pembuatan Megalit
Tujuan dibuatnya megalit tersebut juga belum diketahui pasti. Masyarakat lokal percaya bahwa batu itu dulunya digunakan untuk melakukan pemujaan terhadap leluhur.
Tak hanya itu, para penduduk juga mempunyai kisah tentang asal-usul terbentuknya megalit tersebut. Sebuah cerita mengatakan bahwa terdapat megalit bernama Tokala'ea yang dulunya merupakan pemerkosa, akhirnya dikutuk menjadi batu.
Sementara itu, terdapat cerita tentang megalit lain bernama Tadulako. Masyarakat mengatakan bahwa dulunya Tadulako dikenal sebagai penjaga desa, namun setelah mencuri beras ia dikutuk menjadi batu.
Cerita lain mengaitkan megalitik dengan pengorbanan manusia. Beberapa orang juga percaya bahwa batu tersebut dimaksudkan untuk menangkal roh jahat, sementara yang lain mengklaim bahwa benda tersebut memiliki kekuatan supranatural dan mempu menghilang atau berpindah tempat.
Terlepas dari tujuan asli mereka, batu yang digunakan untuk mengukir patung tersebut tak ditemukan di tempat lain di dekat daerah tersebut.
Hal tersebut menimbulkan dugaan bahwa orang-orang pembuat patung tersebut memiliki semacam organisasi sosial yang memungkinkan mereka untuk melakukan proyek semacam itu.
Beberapa orang berdiri di depan sebuah patung megalitik pada 1930-an (Tropenmuseum)
Pahatan pada megalit tersebut juga dideskripsikan minimalis. Tokoh tersebut biasanya digambarkan memiliki kepala besar dengan tubuh tanpa lekukan serta tanpa kaki. Pada bagian wajah, biasanya digambarkan dengan mata bulat dengan garis tunggal yang merepresentasikan alis, pipi, dan dagu.
Sebagian besar patung tampak berdiri sendiri, namun ada beberapa yang ditempatkan secara berkelompok.
Kalamba Membingungkan
Selain dikenal akan patung-patungnya, Lembah Bada juga dikenal akan Kalambanya, yakni tangki melingkar yang dipahat dari sebuah batu besar.
Kalamba dapat ditemukan di beberapa tempat di Lembah Bada dan memiliki bentuk serta ukuran bervariasi. Beberapa memiliki satu lubang di tengahnya, sementara lainnya memiliki dua lubang.
Menurut kepercayaan lokal, Kalamba digunakan sebagai bak berendam untuk para petinggi atau raja. Sementara yang lainnya menduga bahwa benda tersebut dulunya digunakan sebagai peti mati atau tangki air.
Tutup terbuat dari batu sering ditemukan di dekat Kalamba, dan muncul dugaan bahwa benda tersebut digunakan untuk menutupi Kalamba sehingga tak mungkin digunakan sebagai bak berendam.
Dibalik berbagai macam spekulasi, hingga kini belum diketahui secara pasti detail tentang siapa, kapan, dan tujuan dibuatnya megalit tersebut.
Berkunjung Ke Toraja Wisata Mistis Dan Instagenic di Makam Lemo
Makam memang tak jauh dari kata mistis. Tapi di Toraja, makam bukan cuma mistis tapi instagenic.
detikTravel mendapat kesempatan dari Kememterian Pariwisata untuk berkunjung ke Toraja, baru-baru ini. Salah satu makam yang jadi obyek wisata adalah Lemo di Desa Lemo.
Desa ini dapat ditempuh sekitar 30 menit dari Kota Makale. Sebuah plang bertuliskan Obyek Wisata Lemo juga sudah terpampang di pinggir jalan.
Lemo menjadi salah satu makam yang ada di Toraja. Berbentuk bukit dan penuh boneka kayu, makam ini terlihat mistis dan instagenic secara bersamaan.
Di depan gerbang Lemo traveler harus membayar tiket sebesar Rp 10.000 per orang. Di sambut dengan beberapa toko suvenir, traveler bisa mampir membeli kerajinan tangan asli buatan pengrajin.
Berbeda dengan Kete Kesu, makam di Lemo tidak digantung tapi di masukkan ke dalam tebing. Tebing akan dipahat menjadi liang dengan bentuk kotak dan diberi pintu. Harga satu makam Rp 100 juta lho!
Boneka-boneka kayu di depan pintu makam seakan bertugas menjaga kuburan. Warna pakaian boneka yang warna-warni membuat makam terlihat cantik tapi juga seram.
Persis dibawah makam tergeletak beberapa keranda cantik. Memiliki atap seperti tongkonan, keranda ini nampak instarammable untuk di foto. Walau pun kenyataannya keranda digunakan untuk membawa peti.
Peti dan hiasan bunga juga letakkan begitu saja di bawah tebing atau di samping keranda. Peti yang terlalu besar tidak akan dibawa masuk ke liang makam. Ini biasa terjadi pada mayat yang dikirim dari luar Toraja.
"Biasanya keluarga yang merantau dan ingin dikuburkan di sini. Peti yang kebesaran tidak dibawa masuk ke dalam kuburan," kata Didi, salah satu pengrajin yang tinggal di Lemo.
Rasa lelah karena tangga yang naik turun akan hilang begitu lihat sisi berlawanan dari makam. Sawah luas dan hijau akan memanjakan mata traveler.
Pohon-pohon rindang akan memayungi traveler selama treking. Kursi-kursi kayu juga sudah disiapkan untuk beristirahat.
Makam ini masih berdekatan dengan rumah warga desa. Menurut mereka suasana makam akan terasa 'sesuatu' ketika ada seseorang yang baru dikuburkan di situ.
Lereng Gunung Tumpeng Gunungkidul Digegerkan Mata Air yang Keluar Dari Batu
Warga di lereng Gunung Tumpeng, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, geger pada Sabtu pekan lalu, 11 Maret 2017. Sebab di wilayah mereka yang merupakan tanah gersang dan penuh bebatuan, bahkan kerap kekurangan air, kini muncul sumber mata air.
Fenomena langka ini terjadi di lahan tegalan milik, Parno Suwito (65). Sumber mata air ini hingga Senin, 13 Maret 2017, masih mengeluarkan air.
Anak Parno, Partini (30) menuturkan, penemuan mata air ini berawal saat ayahnya sedang mencabuti rumput di sekitar ladang miliknya pada Sabtu pekan lalu. Tanah bekas di lokasi rumput yang dicabut itu mengeluarkan air. Penasaran, ia pun menelusuri dari mana air itu muncul.
"Airnya keluar dari dalam tanah secara tiba-tiba, meski sejak dulu di sekitar ladang tidak ada sumber air, ada sumur sih tapi agak jauh," ucap dia, Senin, 13 Maret 2017.
Ayahnya lalu mengetahui sumber mata air tersebut muncul dari balik bebatuan di pinggir ladang di bukit Gunung Tumpeng. Lalu ia pun mulai mengangkat bebatuan yang ada di bukit tersebut.
Setelah dicek, air kembali muncul dari bebatuan itu. Ayahnya menghitung ada sekitar tiga mata air, sehingga total mata air yang keluar dari dalam tanah ada empat.
"Ada tiga yang bisa diambil airnya, yang satu terus mengalir langsung ke tanah," kata Partini.
Partini mulai curiga dengan genangan air yang muncul di ladangnya. Apalagi di wilayahnya tidak ada hujan sejak beberapa waktu, tapi airnya masih terus menggenang. Ia dan ayahnya curiga jika ada sumber mata airnya.
"Ternyata memang betul kecurigaan saya, jika ada sumber mata air di ladangnya itu," ujar dia.
Temuan ini membuat ratusan warga sekitar berbondong-bondong mendatangi lokasi sumber mata air baru itu. Bahkan temuan sumber mata air ini membuat warga percaya air itu mampu memberikan kesembuhan. Air yang keluar pun terlihat bening dan terasa segar. Warga mengambil air itu menggunakan botol air mineral dan jeriken air.
"Sudah, sudah banyak warga yang datang ke lokasi sejak kemarin, mereka membawa pulang air tersebut. Katanya bisa menyembuhkan, tapi itu mungkin kepercayaan saja ya," Partini membeberkan.
Adapun salah seorang warga Wonosari, Adhitya Pratama mengaku sudah meminum air tersebut. Ia mengaku sebelumnya mengalami serak, namun setelah minum air dari sumber mata air itu sakitnya mulai berkurang.
"Awalnya hanya mampir, karena ada informasi air keluar dari dalam tanah. Saya mencoba, dan kebetulan pas enggak enak badan. Ternyata lebih baik. Entah karena airnya atau bukan," ujar dia.
Saat ini sumber mata air itu masih mengeluarkan air. Airnya sangat banyak karena terus mengalir, sehingga warga kesusahan karena ladangnya tidak dapat ditanami karena terendam air. Warga juga mengalirkan air yang terus menggenang di lokasi penemuan mata air di Gunungkidul.
Pendaki Dari Jepang Tersesat di Kampung Mistis Gunung Sibayak yang Penuh Bongkahan Emas
Gunung Sibayak yang berada di Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) menjadi salah satu destinasi wisata bagi para turis lokal maupun mancanegara. Gunung api yang menyuguhkan pemandangan indah ini ternyata juga menyimpan beragam misteri dan cerita mistis.
Tak sedikit para pelancong yang menantang adrenalin di atas gunung ini sering diganggu oleh penunggu gunung. Salah satu penghuni gaib yang dipercaya menjadi penghuni gunung ini adalah orang bunian. Bahkan, kabarnya ada salah satu pendaki yang tersesat dan memasuki perkampungan orang bunian di sekitar Gunung Sibayak.
Cerita mistis beberapa tahun lalu itu diceritakan oleh Era (24), warga sekitar yang membuka warung tepat di kaki Gunung Sibayak. Saat itu salah satu wisatawan asal Jepang nekat melakukan pendakian seorang diri tanpa bantuan pemandu.
Diduga karena melewati batas jalur pendakian, wisatawan tersebut akhirnya tersesat ke kawasan Gunung Sibayak yang jarang dilalui pendaki maupun warga. Karena tidak kunjung turun, warga setempat akhirnya meminta bantuan kepada tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Sumut untuk mencari keberadaan turis Jepang tersebut.
Selama beberapa hari pencarian, turis Jepang tersebut ditemukan di hutan belakang Gunung Sibayak. Kondisinya sangat lemas dan mengalami dehidrasi parah. Tim Basarnas pun langsung mengevakuasinya dan memberikan pertolongan pertama.
Saat diinterogasi, turis Jepang tersebut mengatakan bahwa dirinya mencoba melewati jalur yang belum banyak dilalui orang. Sampai akhirnya dia masuk ke perkampungan warga, namun tidak ada satupun yang menggubrisnya.
"Turis itu bilang kalau seluruh warga di kampung itu kakinya terbalik dan bertubuh kerdil. Dia tidak tahu itu adalah perkampungan makhluk halus," ujarnya kepada Liputan6.com beberapa waktu lalu.
Di dalam perkampungan tersebut, pendaki asal Negeri Sakura itu masuk ke dalam pasar tradisional dengan beragam aktifitas jual beli. Banyak makanan yang dijajakan di sana, mulai dari kue, daging, minuman, dan lainnya.
Karena merasa kelaparan, dia berusaha mengambil makanan dan minuman yang dijajakan pedagang. Anehnya, tidak ada satupun makanan yang bisa diraihnya. Para pedagang makanan tersebut juga seakan tidak melihat keberadaannya.
Menjelang malam hari, dia melihat ada pesta rakyat di perkampungan tersebut. Banyak warga yang menikmati hiburan malam hingga membakar api unggun.
Meskipun terkesan aneh, turis itu tetap tidak menyadarinya. Dia terus berjalan sampai ke aliran sungai di dalam hutan. Di sanalah dirinya ditemukan tim Basarnas dalam keadaan pingsan karena kelaparan dan dehidrasi.
"Untung saja turis itu tidak memakan makanan orang bunian. Kata orang terdahulu, jika kita makan, kemungkinan besar kita tidak akan kembali lagi," ungkap Era soal cerita mistis yang dialami turis Jepang tersebut.
Tidak hanya sosok orang bunian yang mengerikan. Dari cerita para pendaki Gunung Sibayak, banyak juga yang melihat penampakan wanita bergaun putih. Bahkan, kerapkali para pendaki gunung, khususnya pendaki wanita sering kesurupan dan bertingkah aneh.
"Biasanya yang sering kesurupan itu pasangan kekasih. Banyak yang sering melihat penampakan itu setelah melewati lorong dan menuju tikungan," ungkapnya.
Salah satu pendaki yang pernah kesurupan sempat dievakuasi di warung Era. Sebelum mendaki, ada tiga orang pasangan kekasih yang mendaki Gunung Sibayak. Saat melewati lorong, salah satu pasangan kekasih terlibat pertengkaran mulut.
Sesampainya di pelataran kawah belerang, kekasihnya hanya diam saja tanpa sepatah katapun. Saat ingin turun di sore harinya, sang wanita duduk sendirian sembari menangis sedih. Waktu diajak pulang, wanita tersebut malah mengajak ke arah hutan di belakang gunung.
"Wajahnya pucat sambil berkata 'aku mau pulang lewat sana, di sana rumah saya'. Padahal arah pulang berlawanan dengan jalan yang wanita itu tunjuk," ujar Era.
Teman-teman pendaki tersebut merasa ada keganjilan dari sikap wanita itu. Tiba-tiba, wanita itu langsung pingsan dan akhirnya dibopong oleh teman-temannya ke bawah kaki gunung.
Tak cuma itu, kisah mistis juga pernah dialami para pendaki saat mencari pendaki hilang di gunung ini. Saat berada di dekat kawah belerang Gunung Sibayak, tiba-tiba kawasan tersebut tertutup kabut tebal. Saat kabut menghilang, satu orang temannya menghilang. Saat dicari ke sana kemari, keberadaannya tetap tidak diketahui.
"Mereka lalu turun meminta pertolongan warga, orangtua korban juga diajak untuk mencari bersama-sama, namun tidak ditemukan," kata Era.
Keesokan harinya, para warga dibantu orang pintar langsung melakukan ritual melepas ayam ke kawah belerang Gunung Sibayak. Tak berapa lama, pendaki yang hilang tersebut langsung muncul di tempat ia terakhir kali berdiri.
"Dari pengakuan korban, dia tidak pergi kemana-mana. Hanya saja, saat dia memanggil teman-temannya, tidak ada yang mendengar. Bahkan dia juga memanggil orangtuanya, tapi dia seperti tidak terlihat," katanya.
Selain certia mistis, Gunung Sibayak juga memiliki cerita soal harta karun. Konon di gunung ini banyak harta karun dari peninggalan kerajaan di masa silam. Cerita ini pertama kali menyebar ketika salah satu warga menemukan bongkahan emas saat tengah membantu proses evakuasi kecelakaan helikopter di kawasan pegunungan.
Karena takut diambil orang, akhirnya warga tersebut menyembunyikannya di bawah batu. Namun, satu bulan kemudian warga tersebut kembali ke lokasi penemuan tersebut, bongkahan emas yang disembunyikannya sudah hilang. Padahal, kawasan tersebut sangat jarang dilalui warga maupun pendaki.
Cerita harta karun in ipun kemudian tersebar. Sampai akhirnya datang turis dari Jepang dengan membawa alat pendeteksi emas untuk mencari bongkahan harta karun di gunung tersebut.
"Sampai selesai pencarian, mereka tidak menemukan satu batang emaspun. Kita juga tidak pernah mendengar ada pendaki atau warga yang menemukan emas di atas sana," ujar Era.
Menurut cerita para sesepuh, dulunya Desa Semangat Gunung ini dihuni oleh raja yang kaya raya. Namun, napak tilasnya tidak ditemukan sama sekali dan hanya menjadi cerita dongeng di kalangan masyarakat setempat.
Ini Dia 7 Destinasi Wisata Paling Menyeramkan di Dunia
Tidak hanya pantai atau perbukitan cantik, tempat menyeramkan juga bisa menjadi destinasi wisata. Apalagi, tempat tersebut punya sejarah dan kisah yang kelam. Jika berani, cobalah datang ke 7 tempat menyeramkan ini. Ngeri!
Tempat-tempat yang penuh misteri dapat menjadi destinasi wisata. Memang, tidak sedikit juga traveler yang datang ke tempat-tempat yang seram. Mereka akan merasakan kengerian sekaligus menjawab rasa penasaran. Kuburan? Penjara? Rumah hantu? 7 Tempat berikut ini lebih menakutkan dari yang Anda bayangkan.
Dikutip dari situs CNNGo, Selasa (6/11/2012), berikut 7 tempat paling menyeramkan di dunia. Mulai dari Pulau Boneka hingga pulau yang penuh dengan tragedi dapat Anda kunjungi. Tempat-tempat berikut adalah nyata. Inilah tempatnya:
1. Sedlec Ossuary, Republik Ceko
Sedlec Ossuary adalah kapel, tempat ibadah, orang-orang Katolik Roma di Sedlec, Republik Ceko. Salah satu hal yang ganjil di sini adalah terdapat sekitar 40.000 kerangka manusia yang menjadi interior di dalam kapel tersebut. Hiii!
Hal yang paling menonjol di sini adalah lampu gantung di ruang tengah yang terbuat dari kerangka manusia. Serta, lambang Schwarzenbergs, bangsawan Bohemian, di bagian kirinya. Umur tulangnya diyakini sudah ratusan tahun. Tentu, ini adalah hal-hal yang di luar akal sehat.
Awalnya, tulang-tulang tersebut diberikan secara cuma-cuma dari penganut ajaran Katolik Roma yang taat di seluruh Eropa. Mereka meminta untuk dimakamkan di sini setelah kepala biara dari Sedlec berziarah ke Yerussalem di tahun 1278 dan membawa kembali tanah dari Golgoth, yang mana diduga sebagai tempat Yesus disalibkan.
Dari situlah, banyak yang ingin dimakamkan di tanah Golgotha tersebut di kapel ini. Hingga kapel ini pun berubah menjadi pemakaman. Lalu, tulang-tulang yang terkubur itu digali dan dan disusun kembali pada abad ke-16. Inilah cara yang berbeda untuk menghemat ruang pemakaman di sini.
Kapel ini buka setiap hari, (kecuali tanggal 24 dan 25 Desember) pukul 09.00-16.00 waktu setempat dan tur ke dalamnya berlangsung sekitar 1 jam. Untuk tiket masuknya, sebesar US$ 3 atau sekitar Rp 28 ribu.
2. Taman bermain Chernobyl, Ukraina
Taman bermain ini terletak di kota mati Pripyat, Ukraina. Suasana yang sepi membuat tempat ini begitu menyeramkan. Tak hanya sepi, tempat ini juga sungguh berbahaya!
Di tahun 1986, terjadi sebuah bencana besar. Saat itu, Kota Pripyat terkena dampak radiasi nuklir yang mematikan seluruh tanaman dan menyebabkan evakuasi seluruh warga kota. Hingga kini, radiasi nuklir masih menyelimuti tempat tersebut dan dianggap berbahaya. Dua agen perjalanan, Lupine Travel di Inggris dan Solo East Travel di Ukraina membuka tur ke taman bermain ini.
3. Hutan Aokigahara, Jepang
Hutan Aokigahara adalah salah satu tempat menyeramkan di Jepang. Sebabnya, hutan ini dikenal sebagai 'hutan bunuh diri'. Ya, inilah hutan yang dijadikan sebagai tempat bunuh diri oleh warga Jepang yang frustasi.
Tercatat, 54 orang melakukan harakiri atau bunuh diri di hutan ini. Dengan pepohonannya yang lebat di dalam hutan, tidak semua jenazah tersebut dapat ditemukan. Tak hanya itu, medan magnet di Hutan Aokigahara akan membuat kompas tidak berfungsi dan hutan ini dipercaya dihuni oleh roh-roh yang marah hiiihh,
4. Akodessewa, Pasar Jimat, Togo
Akodessewa adalah pasar jimat terbesar di dunia yang berada di Lome, Togo. Surganya para korban voodoo. Di sini banyak jimat yang digunakan untuk penyembuhan voodoo. Jimat tersebut berupa tulang kepala buaya, tangan simpanse, hingga ular kobra.
Jimat-jimat tersebut dijual sebagai bahan dasar. Nantinya, akan dicampur dengan bumbu dan dimasak dengan api. Bubuk hitam yang dihasilkan lalu digosok ke bagian dalam dada pasien. Hal ini diyakini akan menyembuhkan dia dari apa pun.
Pasar jimat ini menjadi seolah farmasi raksasa. Mungkin, Anda sedikit merasa risih saat berada di pasar ini. Terang saja, di sini juga ada tengkorak kepala manusia yang diletakan seperti melon di toko-toko di sana.
5. Pulau Boneka, Meksiko
La Isla de las Munecas atau yang lebih dikenal sebagai Pulau Boneka, adalah suatu pulau yang sangat menyeramkan di Meksiko. Di sini terdapat banyak boneka-boneka yang menggantung di pohon-pohon. Tentu saja, rupa boneka tersebut sangat menakutkan!
Awal mulanya, di pulau ini hidup seorang pria bernama Don Julian Santana. Dia hidup sekitar 50 tahun di sana dan meninggal di tahun 2001. Selama hidupnya, dia mengumpulkan boneka-boneka dan potongannya. Lalu dia menggantungkan boneka dan potongannya tersebut di cabang-cabang pohon. Hingga hari ini, boneka tersebut masih menggantung dan seolah menjadi pengorbanan.
Namun, ada legenda di balik perbuatan Don Julain Santana tersebut. Banyak yang percaya, dia melakukan hal tersebut sebagai dedikasi dan pemberian untuk hantu kecil dari seorang gadis yang meninggal di kanal di dekat pulau tersebut.
Don hanya ingin menjadi memberikan teman kecilnya tersebut dengan boneka-boneka di sana. Pulau ini terletak sekitar 29 kilometer dari Mexico City. Tepatnya di Danau Teshuilo, dekat dengan kanal Xochimilco.
6. Rumah Sakit Psikiater Gonjiam, Korea
Anda tahu kisah horor tentang rumah sakit jiwa yang penuh dengan barang-barang tua dan reruntuhan bangunan? Rumah Sakit Psikiater Gonjiam di Korea adalah tempatnya. Bangunannya yang tua dan menyeramkan dan tragedi tragis di dalamnya akan membuat bulu kuduk Anda berdiri!
Menurut masyarakat setempat, kira-kira 10 tahun lalu, para pasien di rumah sakit ini meninggal secara tak wajar. Akhirnya, rumah sakit ini terpaksa ditutup. Bangunan ini sudah lama ditinggalkan dan barang-barang di dalamnya pun dibiarkan begitu saja, ada pagar kawat yang sudah berkarat hingga kursi bekas memeriksa pasien.
Rumah sakit ini adalah salah satu dari tiga tempat di Korea yang terkenal sangat angker. Dua lainnya adalah Rumah Youndeok, yang dikabarkan tempatnya arwah-arwah perang Korea berdiam. Satunya lagi adalah Taman Neulborn, dulunya tempat ini adalah sebuah restoran dan sampai saat ini masyarakat di sana masih sering mendengar bunyi orang-orang mencuci piring.
7. Pulau Kapal Perang, Jepang
Pulau Hashima terkenal dengan julukan Pulau Kapal Perang. Pulau ini terletak di dekat laut Nagasaki. Dulunya pada tahun 1950-an, pulau ini adalah tempat tinggal bagi para pekerja tambang. Namun pada tahun 1974, pulau ini sudah ditinggalkan karena tambang batubaranya ditutup.
Pulau ini pun menjadi terisolasi, dengan dikelilingi lautan dan tidak ada jalan keluar dari pulau itu. Hanya ada reruntuhan bangunan di sana, pulau ini juga menjadi seolah tempat terpencil di bumi. Oleh sebab itulah, muncul kisah-kisah seram dan menakutkan di sana.
Meski demikian, Pulau Hashima dibuka untuk wisatawan pada tahun 2009. Anda bisa menghubungi Nagasaki Tourist Information di Kota Nagasaki untuk berkunjung ke pulau ini.
Gunung Lawu dan Misteri Pasar Setan, Pengalaman Pendaki di Pasar Setan
Gunung Lawu merupakan sebuah gunung yang terletak di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Gunung ini terbentuk akibat aktivitas vulkanik, meskipun sekarang gunung ini berstatus tidak aktif. Banyak dari para pendaki gunung menjadikan Gunung Lawu sebagai tujuan pendakian mereka. Mereka yang mendaki gunung ini bisa melalui dua pintu masuk, yaitu Cemoro Sewu, yang terletak di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dan Cemoro kandang yang terletak di kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Banyak dari pendaki yang telah berpengalaman memulai perjalannya pada pagi hari sebelum matahari muncul. Mereka menghindari bertemu dengan Pasar Setan, karena mereka akan tiba kembali kebawah sebelum petang. Pasar Setan merupakan fenomena gaib yang entah benar atau tidak, namun banyak juga orang yang telah mengalaminya.
Dalam sebuah cerita pengalaman seseorang yang pernah mendaki Gunung Lawu, ia mendengar suara bising dari luar tenda saat ia bermalam disana. “Bade tumbas nopo dek ?, begitulah kira kira suara yang mereka dengar, jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti Mau beli apa dik?.
“Saat kita mendengar suara tersebut, kita diharuskan membuang apapun yang ada disekitar kita, bisa rumput, batu, atau yang lainnya,”pesan salah satu pesan pendaki anggota Ganaspala kepada Jurnal Bekasi.
“Walaupun gunung lawu masih ada sepenggalan sejarah dan masih banyak rahasia mistik yang belum terungkap tetapi saya senang mengadakan pendakian gunung lawu, karena melihat fenorama gunung lawu sangat indah di saat sunrise dan menikmati ke indahan tuhan yang maha esa.
Saya tahu pasti setiap gunung pasti ada penghuni tetapi selama kita mengadakan pendakiian dan pelatihan kita nggak pernah melanggar pantangan gunung lawu dan kita tidak mengganggu mereka,sebelum kita melakukan pendakian kita memujatkan doa kepada tuhan agar di beri keselamatan dan kelancaran di saat pendakian,”ujarnya.
Ada lagi cerita lainnya yang merupakan pengalaman salah satu angota pendaki asal Bekasi yang pernah mendaki kesana. Ia bersama rombongan saat itu malam-malam meneruskan pendakian melewati sebuah tebing curam. Mereka berjalan disamping tebing berbaris sambil bergandengan tangan, kemudian ia mendengar suara berisik dari arah tebing tersebut. “Suaranya seperti keramaian di pasar,” cerita pendaki asal Bekasi. Namun ketika ia akan menoleh ke arah suara tersebut, tiba-tiba rekannya menampar wajahnya dari arah belakang agar ia tak menoleh ke arah tebing tersebut.
Gunung Lawu memiliki tiga puncak, yakni Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi.
Di lereng gunung ini terdapat sejumlah tempat yang populer sebagai tujuan wisata, terutama di daerah Tawangmangu, Cemorosewu, dan Sarangan. Agak ke bawah, di sisi barat terdapat dua komplek percandian dari masa akhir Majapahit, yakni Candi Sukuh dan Candi Cetho.
Di kaki gunung ini juga terletak komplek pemakaman kerabat Praja Mangkunagaran, yaitu Astana Girilayu dan Astana Mangadeg. Di dekat komplek ini terletak Astana Giribangun, pemakaman untuk keluarga presiden kedua Indonesia, Soeharto.
Gunung Lawu menyimpan sejumlah teka-teki yang hingga kini masih menjadi misteri, terutama pada tiga puncak utamanya yang menjadi tempat penuh mitos bagi masyarakat Jawa. Puncak Hargo Dalem diyakini sebagai tempat pemusnahan diri Raja Majapahit Prabu Brawijaya Pamungkas. Sementara, Harga Dumilah merupakan lokasi penuh misteri yang menjadi tempat olah batin dan bersemedi.
Gunung Lawu disebut-sebut sebagai pusat kegiatan spiritual di Tanah jawa, yang bertalian erat dengan budaya dan tradisi Keraton Yogyakarta. Tak heran, setiap orang yang hendak melakukan pendakian ke puncak Gunung Lawu harus memahami dan mematuhi segala larangan. Jika melanggar, maka orang tersebut diyakini akan celaka di saat mendaki Gunung Lawu.
Wisata Mistis Padang 12 dan Kisah Misteri di Kalimantan Barat
Selain berbagai potensi wisata alam, Kalimantan Barat juga menyimpan berbagai misteri yang dihadirkan lewat kisah-kisah legenda maupun mistis yang mungkin akan Anda dengar baik secara langsung maupun tidak langsung ketika Anda menginjakkan kaki di daerah ini. Bukan bermaksud untuk memberikan sebuah jurnal yang menakut-nakuti, namun mendengar begitu banyak kisah mistis dari daerah ini ternyata akan mampu membangkitkan rasa penasaran setiap orang yang mendengarnya.
Pontianak Asal Kata Puntianak (Kuntilanak)
Nama ibukota Kalimantan Barat sendiri, Pontianak, mungkin akan berarti sedikit berbeda bagi para penduduk sekitar daerah ini. Nama Pontianak sendiri berasal dari kata Puntianak, yang dalam legenda masyarakat sekitar merupakan sejenis makhluk halus berwujud perempuan berpakaian putih yang seringkali mengganggu siapapun yang masih berada di luar rumah di malam hari. Legenda ini mungkin mirip dengan kisah Kuntilanak yang telah banyak dikenal di daerah-daerah lain.
Bola-bola Api
Pertarungan antara mereka yang memiliki kekuatan mistis, yang dapat disebut sebagai dukun, juga semakin menambah kesan mistis di daerah ini. Walau tidak lagi sering diperlihatkan, dulunya, masyarakat sering sekali menyaksikan bola api yang dapat terbang melewati sebuah wilayah. Bola-bola api ini, menurut penuturan masyarakat setempat, menjadi sebuah sarana pengantaran pesan antara satu dukun kepada dukun lainnya. Bola api tersebut juga sering dimanfaatkan mereka sebagai ajang pamer kekuatan satu sama lain.
Leak Kalimantan
Sebuah kisah mistis yang mirip kisah leak di Bali juga terdapat di wilayah ini. Berbeda dengan leak di Bali, pemanfaatan sosok leak di Kalimantan Barat lebih mirip dengan pemanfaatan tuyul ataupun babi ngepet di beberapa legenda daerah lain. Leak, yang berwujud kepala manusia yang dapat terbang dengan seisi perutnya, merupakan kiriman seseorang yang menggunakannya untuk mencuri kekayaan orang lain.
Sama seperti babi ngepet, leak merupakan manusia yang menggunakan kekuatan mistis untuk dapat memisahkan kepala dan seisi perutnya sementara orang yang menggunakannya akan menjaga tubuhnya ketika leak tersebut sedang bekerja. Leak ini sendiri dapat dimusnahkan dengan memasukkan berbagai benda-benda tajam, seperti kaca, jarum, pisau, ke perutnya ketika ia sedang melaksanakan tugasnya.
Padang 12
Beberapa sudut wilayah Kalimantan Barat juga menyimpan beberapa wilayah misterius, contohnya sebuah wilayah yang disebut Padang 12 yang terletak di Kecamatan Matan Hilir Selatan berdekatan dengan Pantai Tanjung Batu.
Wilayah Padang 12 ini, bagi warga biasa, sebenarnya hanyalah sebuah wilayah kosong yang diisi dengan beberapa tumpukan pasir putih. Namun, bagi mereka yang memiliki kekuatan supranatural, daerah ini dikabarkan merupakan sebuah wilayah kerajaan makhluk halus. Karenanya, banyak penduduk setempat yang sering memperingatkan para pendatang di wilayah tersebut untuk hati-hati bersikap dan berbicara ketika melewati wilayah tersebut, khususnya di malam hari.
Sebuah kisah yang cukup menarik dituturkan oleh beberapa orang penduduk sekitar mengenai keberadaan kerajaan makhluk halus di sekitar Padang 12 tersebut. Mereka berkisah kalau beberapa waktu yang lampau, seorang penyanyi dangdut senior ibukota sempat mendapat undangan untuk bernyanyi di daerah tersebut dari 'penduduk' Padang 12. Pada malamnya, ia memang tampil di hadapan banyak orang.
Namun secara mengejutkan, ketika siang hari ia kembali ke daerah tersebut, ia hanya dihadapkan pada tumpukan pasir putih yang jauh dari keramaian. Entah cerita ini benar atau tidak adanya.
Area jalanan di sekitar Padang 12 yang gelap juga menyebabkan wilayah ini dikenal angker bagi penduduk sekitar. Menurut beberapa orang, seringkali di daerah tersebut, para pengemudi mobil atau sepeda motor akan menjumpai seseorang dapat berwujud wanita atau orang tua yang akan meminta tumpangan.
Ada dua jenis 'manusia halus' yang berwujud manusia yang kemungkinan datang tersebut: yang satu adalah 'manusia halus' baik yang jika dibantu akan memberikan sebuah hadiah kenang-kenangan dan bertujuan baik, serta 'manusia halus' yang meminta tumpangan untuk kemudian menyesatkan sang pemilik kendaran ke dalam sebuah dunia yang mungkin tidak akan ditemui lagi jalan keluarnya.
Masih banyak kisah-kisah lainnya, yang seperti halnya legenda-legenda lain yang ada di masyarakat Indonesia, seringkali menjadi penghias cerita dan pengalaman setiap pengunjung yang datang ke daerah tersebut. Percaya atau tidak percaya, tergantung Anda bagaimana cara menyikapinya.
Wisata Jalan Misteri Gunung Kelud
Di Gunung Kelud, ada sebuah jalur yang dinamakan Jalan Misteri. Bukan tanpa alasan, karena kendaraan bisa berjalan di sini meski dalam keadaan mati. Penasaran?
Jika kita berwisata ke Gunung Kelud di Jawa Timur, kita akan mendapatkan sebuah pengalaman yang menarik dan berbau mistis. Selain keindahan alam yang mempesona pandangan mata, Gunung Kelud juga menyimpan sebuah misteri.
Ada sepenggal jalan yang dipercaya masyarakat setempat memiliki kekuatan khusus. Jika kendaraan anda melintasi ruas jalan ini, maka kendaraan Anda akan melaju di jalan yang menanjak dengan sendirinya meskipun mesin dalam keadaan mati. Saat saya berkesempatan pergi ke Gunung Kelud, saya ingin membuktikan sendiri mitos ini.
Saat saya menempuh perjalanan menuju Gunung Kelud, saya menjumpai sebuah jalan dengan penanda "Jalan Misteri". Jalan ini mudah sekali dikenali. Ditandai dengan ruas jalan yang bergaris banyak ada disepanjang jalan.
Saya menghentikan kendaraan dan membaca informasi yang ada di sebuah penanda jalan misteri itu. Kemudian saya mengikuti instruksinya. Benar saja, kendaraan saya yang dalam keadaan netral seperti mendapat dorongan yang entah dari mana seolah berjalan sendiri ke arah jalan yang menanjak.
Beberapa orang sudah meneliti fenomena "Jalan Misteri" ini. Ada yang bilang hanya sebuah ilusi optik belaka, ada juga yang bilang adanya medan magnet di area tersebut, ada pula yang mengaitkannya dengan keberadaan mahluk gaib penunggu area sekitar. Anda percaya yang mana? Silahkan membuktikannya sendiri.
Gunung Kelud Terbentuk Karena Pengkhianatan Cinta Dewi Kilisuci
Gunung Kelud merupakan gunung berapi aktif yang terletak di Jawa Timur, tepatnya diantara kabupaten Kediri dan Blitar. Gunung yang memiliki ketinggian 1.731 mdpl ini, bisa diakses melalui Kabupaten Kediri, untuk dari kabupaten Blitar juga bisa, hanya pada akhirnya juga melewati jalur Kabupaten Kediri. Gunung Kelud merupakan salah satu tujuan wisata di Jatim yang cukup tersohor. Di balik keistimewaan tersebut, Gunung Kelud diselimuti kabut misteri terkait keberadaan gunung berpuncak strato ini.
Menurut legendanya terbentuk dari sebuah pengkhianatan cinta seorang putri bernama Dewi Kilisuci terhadap dua raja sakti Mahesa Suro dan Lembu Suro. Kala itu, Dewi Kilisuci anak putri Jenggolo Manik yang terkenal akan kecantikannya dilamar dua orang raja. Namun yang melamar bukan dari bangsa manusia, karena yang satu berkepala lembu bernama Raja Lembu Suro dan satunya lagu berkepala kerbau bernama Mahesa Suro.
Untuk menolak lamaran tersebut, Dewi Kilisuci membuat sayembara yang tidak mungkin dikerjakan oleh manusia biasa, yaitu membuat dua sumur di atas puncak Gunung Kelud, yang satu harus berbau amis dan yang satunya harus berbau wangi dan harus selesai dalam satu malam atau sampai ayam berkokok. Dengan kesaktian Mahesa Suro dan Lembu Suro, sayembara tersebut disanggupi. Setelah berkerja semalaman, kedua-duanya menang dalam sayembara. Tetapi Dewi Kilisuci masih belum mau diperistri. Kemudian Dewi Kilisuci mengajukan satu permintaan lagi. Yakni kedua raja tersebut harus membuktikan dahulu bahwa kedua sumur tersebut benar benar berbau wangi dan amis dengan cara mereka berdua harus masuk ke dalam sumur.
Terpedaya oleh rayuan tersebut, keduanyapun masuk ke dalam sumur yang sangat dalam tersebut. Begitu mereka sudah berada di dalam sumur, lalu Dewi Kilisuci memerintahkan prajurit Jenggala untuk menimbun keduanya dengan batu. Maka matilah Mahesa Suro dan Lembu Suro. Tetapi sebelum mati Lembu Suro sempat bersumpah dengan mengatakan "Ya, orang Kediri besok akan mendapatkan balasanku yang sangat besar.
Kediri bakal jadi sungai, Blitar akan jadi daratan dan Tulungagung menjadi danau (semoga tidak terjadi). Dari legenda ini akhirnya masyarakat lereng Gunung kelud melakukan sesaji sebagai tolak balak sumpah itu yang disebut Larung Sesaji. Acara ini digelar setahun sekali pada tanggal 23 bulan surau oleh masyarakat Sugih Waras.
Keindahan Gunung Gede Dibalik Misteri Pesugihan Munding Seuri
Jalan menjadi kaya raya tidak mudah. Kerapkali kita terpaksa merelakan si buah hati memikul akibatnya. Demikian pula yang diminta oleh pesugihan Munding Seuri. Si lelaku harus bisa menerima kenyataan jika wajah anaknya akan cacat.
Pesugihan munding seuri terletak di kawasan Gunung Gede, Cibodas. Di sebelah Tenggara gunung ini, dipercaya masyarakat sebagai tempat bersemayamnya Raden Surya Kencana, putra Raden Aria Wiranatudatar, pendiri kota Cianjur yang beristrikan mahkluk halus.
Di kawasan Tenggara ini pula, ada sebuah gubuk yang didalamnya terdapat gundukan mirip makam. Tempat yang disebut padepokan ini menjadi tempat orang yang mencari pesugihan. Namun laku hanya bisa dilakukan saat bulan purnama. Jika tidak, konon segala upaya yang dilakukan akan sia-sia.
Menuju lokasi ini sangat tidak mudah. Para lelaku harus berjalan kaki selama seharian penuh, melintasi jalan setapak yang menanjak. Dan jika musim hujan tiba, mereka juga harus ekstra hati-hati karena medan yang sangat licin. Namun semua itu, kebanyakan dianggap sebagai salah satu tantangan untuk meraih keinginan, menjadi kaya dengan cara mudah.
Ritual dilakukan saat matahari telah terbenam. Mereka harus bertelanjang bulat, baru kemudian berendam di sebuah kubangan lumpur. Namun sebelumnya, harus menaburkan kembang setaman dan kemenyan di Padepokan Seuri. Setelah fajar menyingsing, barulah ritual tersebut boleh dihentikan dan para lelaku bisa membersihkan diri dengan berguling-guling di rerumputan. Selanjutnya, mereka masuk kembali ke dalam padepokan.
Konon di dalam sana, para lelaku akan melihat wajah anaknya yang cacat sebagai tumbal. Jika ingin kaya, mereka harus rela wajah anaknya yang akan lahir nanti cacat. Uniknya, para pencari kekayaan ini diberi kesempatan memilih wajah anaknya. Kebanyakan mereka memilih anak yang bermulut sumbing.
Syarat yang diminta ternyata tak cuma itu. Mereka juga harus memelihara beberapa ekor lembu. Lembu itu ada yang dilepaskan di sekitar padepokan, ada pula yang harus dipelihara di rumah. Selain itu, setiap bulan purnama tiba, si lelaku harus menyediakan seikat rumput yang ditaruh di bawah tempat tidur
Keindahan Telaga Rambut Monte Blitar dan Misteri Ikan Naga Penghuni Telaga Monte
Ada tempat wisata di Blitar dengan nama cukup unik yaitu Rambut Monte, mungkin bagi warga luar Blitar akan berpikir Rambut Monte adalah tempat wisata yang berhubungan dengan Rambut. Biarpun namanya Rambut Monte tapi tempat wisata ini tidak ada loh hubunganya sama Rambut.
Rambut Monte merupakan tempat wisata yang menyuguhkan keindahan alam dengan pemandangan hijau yang dihiasi dengan adanya telaga yang membuat wisata ini tampil menawan dan sangat memajakan mata, selain itu di wisata telaga rambut monte ini juga terdapat Candi dan petilasan karna memang rambut monte ini bukan hanya sekedar tempat wisata namun juga sebagai cagar budaya di kota Blitar, Jawa Timur.
keindahan telaga rambut monte yang berada di bawah candi ini sangatlah jernih, dengan warna agak tosca dan udara yang sejuk mampu membuat para pengunjungnya merasakan keindahan dan kedamain, pemandangan hijau pepohonan disekitar akan membuat anda bertahan lama dan tak ingin beranjak pergi dari lokasi wisata rambut monte tersebut.
Selain keindahan alam yang disuguhkan, wisata rambut monte ini juga menyimpan sebuah misteri yang dikenal dengan Ikan Dewa. Konon menurut cerita masyarakat di lokas Rambut monte ini terjadilah sebuah perkelahian antara Rahwana dibantu seekor naga mengeroyok melawan Mbah Monte ( menurut legenda Mbah Monte keturunan dari Pangeran Majapahit), pertarungan sangat sengit meskipun tidak berimbang yaitu 2 lawan 1 namun Mbah Monte mampu mengalahkannya da kemudian mengutuk rahwana dan naga tersebut menjadi wujud Candi dengan bentuk monyet dan relief Naga.
Setelah memenangkan pertarungan Mbah Monte akan pergi ke Majapahit, di iringi beberapa muridnya. Sebagian murid Mbah Monte tetap tinggal ditelaga dia berpesan kepada muridnya untuk menjaga Candi tersebut. Tapi sekembalinya dari Majapahit tempat tersebut sudah tidak terurus lagi, sebagian dari muridnya tidak mematuhi perintahnya. Kemurkaan Mbah Monte semakin menjadi melihat para muridnya berani berbuat kurang ajar ditempat tersebut, ahirnya mbah monte tak kuasa menahan amarah dan mengutuk para muridnya menjadi Ikan Sangkring yang hingga kini masih berada di telaga tersebut dan dikenal dengan Ikan Dewa.
Dari dulu hingga sekarang konon keberadaan dan jumlah Ikan Dewa masih tetap sama, tidak berkurang dan tidak bertambah. Masyarakat sekitar Telaga Monte menyakini Ikan Dewa yang ada di Telaga tidak boleh disentuh dan dimakan.